Tantangan Pelik Pemberantasan Korupsi pada Tahun Politik

Media Online republika.co.id
2018-01-01

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh, Emerson Yuntho, Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch

Tahun 2017 menjadi salah satu tahun yang cukup berat bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Ibarat dua sisi mata uang, pemberantasan korupsi selama tahun 2017 dapat dilihat sebagai sebuah kecemasan dan sekaligus harapan. Kecemasan terjadi ketika lembaga pemberantasan korupsi masih saja berupaya dilemahkan. Sedangkan, harapan muncul ketika penegak hukum mampu mengungkap sejumlah kasus korupsi dan aktor kelas kakap.

Sebagai sebuah refleksi, Indonesia Corruption Watch memberikan catatan terhadap tiga peristiwa pemberantasan korupsi yang menonjol dan terjadi pada tahun 2017. Pertama, pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelemahan ini muncul dari gedung DPR dimana mayoritas Partai Politik bersepakat membentuk Pansus Hak Angket untuk KPK. Meski banyak dipersoalkan tentang keabsahan pembentukannya, Pansus Hak Angket di DPR yang mulai bekerja pada April 2017 ini tetap nekat bekerja dan berupaya melakukan sejumlah manuver politik atau mencari-cari kesalahan dari KPK.

Perseteruan DPR dengan KPK ini semakin sengit karena pada saat bersamaan KPK berupaya menuntaskan kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik yang diduga melibatkan banyak politisi, sejumlah anggota Pansus Hak Angket dan bahkan pimpinan DPR. Akhir perjalanan Pansus Hak Angket ini kemudian menjadi tidak jelas setelah Pimpinan KPK menolak panggilan Rapat Pansus dan Ketua DPR, Setya Novanto ditahan dalam Rumah Tahanan KPK.

Selain pelemahan yang datang dari parlemen, upaya menghambat kinerja KPK mengungkap kasus korupsi juga terjadi pada 11 April 2017 dengan munculnya peristiwa teror berupa penyiraman air keras oleh prang tidak dikenal terhadap Novel Baswedan, penyidik senior KPK. Hingga kini, delapan bulan pascapenyerangan tersebut, pihak Kepolisian belum juga berhasil mengungkap tersangka pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Upaya mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta juga tidak pernah mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo.

Kedua, penuntasan skandal korupsi proyek KTP-el. Sejak kasus korupsi ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi selanjutnya terungkap sejumlah nama-nama besar yang disebut menerima uang haram dari proyek KTP-el. Nama-nama besar dalam skandal korupsi proyek KTP-el tersebut berasal dari partai politik, eksekutif dan korporasi. Dari nilai proyek sebesar Rp 5,9 triliun, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai hampir separuhnya atau senilai Rp 2,3 triliun. Dari puluhan nama yang diduga terlibat, KPK baru menetapkan enam orang sebagai tersangka korupsi proyek KTP-el.

Salah satu proses hukum yang paling alot dan menegangkan adalah ketika KPK mulai menetapkan Setya Novanto, Ketua DPR sebagai tersangka korupsi. Upaya menjerat Setya Novanto sempat gagal setelah pada 29 September 2017, Hakim Praperadilan Cepi Iskandar menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh KPK terhadap Setya Novanto tidak sah. Tidak menyerah begitu saja, KPK kemudian menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka pada bulan November 2017. Setelah melalui sejumlah drama, Setya Novanto kemudian berhasil ditahan KPK dan proses hukumnya berlanjut pada pemeriksaan pokok perkara di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ketiga, penegakan hukum dalam kasus korupsi. Selama pada 2017, dapat dikatakan minim kasus korupsi kelas kakap yang berhasil ditangani oleh Kejaksaan Agung RI maupun Mabes Polri. Situasi penegakan hukum korupsi tertolong oleh gebrakan yang dilakukan oleh KPK. Pada tahun 2017, KPK melakukan penyelidikan 114 kasus, penyidikan terhadap 118 kasus, penuntutan terhadap 94 kasus dan melaksanakan eksekusi terhadap 76 putusan.

Di antara kasus-kasus yang ditangani tersebut, sebanyak 19 kasus merupakan hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK. Dari 19 kasus tersebut telah menetapkan 72 orang tersangka dari berbagai kalangan seperti aparat penegak hukum, anggota DPR/D, aparatur pemerintah dan Kepala Daerah.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/12/31/p1tomn409-tantangan-pelik-pemberantasan-korupsi-pada-tahun-politik



Original Post

Tahun 2017, Polda Jatim klaim selamatkan Rp 9 miliar uang negara

Media Online merdeka.com
2018-01-01

Pengujung tutup akhir tahun 2017, Subdit Tindak PidanaKorupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, merekap hasil kasuskorupsi yang ditanganinya selama setahun. Ada kenaikan, perbandingannya antara tahun 2016 dengan 2017.

Tahun 2016, sebanyak 32 perkara, di tahun 2017 ada 64 perkara yang ditangani Subdit Tipikor. Dari jumlah perkara yang ditangani di tahun 2017 tersebut, Polda Jawa Timur telah menyelamatkan uang negara yang begitu besar. Hal itu berdasarkan data rekapitulasi dari Polres di bawah Polda Jawa Timur.

"Berdasarkan data yang kita dapat dari 39 Polres di jajaran Polda Jawa Timur, kemudian ditambah Subdit Tipikor, kami telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 9 miliar lebih," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir. Krimsus) Polda Jawa Timur AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Minggu (31/12).

Dalam data rekapitulasi, perkara yang paling banyak diterima, ditangani dan diselesaikan dengan baik dari Polresta Sidoarjo ada 5 perkara, dapat diselesaikan sebanyak 13 berkas sudah dinyatakan sempurna atau P 21. Jumlah kerugian negara, totalnya sekitar Rp 455 juta, dan dapat diselamatkan mencapai Rp 31 juta lebih.

Disusul dari Subdit Tipikor Polda Jawa Timur ada 7 perkara, dengan 9 berkas perkara yang sudah diselesaikan. Nilai kerugian negara mencapai Rp 16 miliar lebih, yang dapat diselamatkan sekitar Rp 2 miliar lebih. Kemudian Polres Magetan ada 1 perkara, 9 berkas perkara telah diselesaikan.

Nilai kerugiannya mencapai Rp 139 juta lebih, uang diselamatkan sekitar Rp 33 juta lebih.

Menurut Kasubdit Tipikor AKBP Sudamiran, rata-rata perkara korupsi yang ditangani Polda Jawa Timur bersama jajarannya itu lebih banyak pada retribusi, pungli dalam perizinan, pengurusan surat, penerbitan sertifikat tanah, pemotongan dana desa, dan penerbitan SK Pegawai Negeri Sipil.

"Kalau ditotal mulai dari Subdit Tipikor, dengan polres jajaran Polda Jawa Timur jumlah tersangkanya ada 178 orang, dengan 125 kasus, dan diselesaikan dinyatakan P 21 ada 116 kasus," katanya. [rnd]

http://www.merdeka.com/peristiwa/tahun-2017-polda-jatim-klaim-selamatkan-rp-9-miliar-uang-negara.html



Original Post

1-1-2017 Selamat Tahun Baru... Musuh-Musuhku, Kata Donald Trump

Media Online liputan6com
2018-01-01

Liputan6.com, Washington, DC - Entah memang murni ingin menghujat atau justru hanya sebuah cerminan karakter yang khas. Apa pun alasannya, jelas, apa yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Terpilih Donald Trump, tepat pada hari ini, satu tahun yang lalu, adalah sebuah aksi tipikal sang miliarder nyentrik.

Sepintas, aksi yang dilakukan sang Presiden Terpilih 1 Januari 2017 lalu adalah tindakan lazim yang dilakukan oleh banyak orang pada setiap perayaan Tahun Baru.

Namun, bukan Donald Trump namanya, jika aksi yang dilakukan tak dibumbui beberapa faktor yang mungkin dapat membuat sebagian besar orang mengerutkan alis -- atau setidaknya begitulah cara orang memandang sepak terjangnya.

Bersenjatakan akun media sosial Twitter, Trump mengawali 2017 dengan mengucapkan selamat Tahun Baru bernada kontroversial.

"Selamat Tahun Baru pada semua, termasuk untuk (banyak) musuh-musuhku, dan mereka yang melawanku dan kalah telak sehingga tak tahu apa lagi yang harus dilakukan," cuit Trump dalam akun Twitter pribadinya, realDonald Trump, seperti dikutip dari CNN, Senin (1/1/2018).

Memang, awal tahun 2017 adalah momenya Donald Trump. Ia telah dipastikan menang -- secara mengejutkan -- atas lawan beratnya, Hillary Clinton dalam Pilpres AS 2016. Dan pada 20 Januari 2017, ia diresmikan menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat.

Sehingga wajar rasanya jika ia berjumawa atas sepak terjangnya. Namun, jika menilik kembali kiprah Twit sang Presiden AS sepanjang tahun 2017 lalu yang kerap serupa, maka, cukup lazim menilai aksi yang dilakukannya sebagai sebuah Tipikal Trump.

Selain kicauannya pada Tahun Baru 2017, berikut,3 (segelintir) contoh Twit eksentrikDonald Trump sepanjang tahun lalu, seperti Liputan6.com kutip dari berbagai sumber.

1 dari 4 halaman1. Geger, Donald Trump Retweet 3 Video Anti-MuslimPresiden AS, Donald Trump meniup air selama pidato keamanan nasional di Gedung Ronald Reagan di Washington, DC (18/12). Dalam pidatonya Trump menyatakan tentang strategi baru untuk Keamanan Nasional AS. (AFP Photo/Mandel Ngan)Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kegeraman dunia. Pasalnya, pria berusia 71 tahun itu me-retweet tiga video dari akun seorang perempuan sayap kanan Inggris yang mengandung pesan kebencian terhadap muslim.

Perempuan tersebut adalah Jayda Fransen. Ia merupakan Wakil Ketua Britain First, kelompok sayap kanan dan ultra-nasionalis.

Trump yang sebelumnya menyebut bahwa migran dari negara-negara mayoritas muslim mengancam keamanan Eropa dan AS, kerap me-retweet konten yang sesuai dengan pandangan politiknya, dan tak jarang menimbulkan kehebohan.

Namun, ia jarang mentwit pesan ofensif, seperti yang ia lakukan pada 29 November 2017 itu. Hal tersebut pun langsung memicu kegeraman hebat dari komunitas dunia, termasuk Inggris.

Merespons hal tersebut, Fransen menyambutnya dengan gembira, di mana ia mengatakan bahwa video tersebut telah ditonton oleh hampir 44 juta pengikut Trump di Twitter. "SEMOGA TUHAN MEMBERKATIMU!" tulis Fransen dengan huruf kapital.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders, membela cuitan Donald Trump itu. Kepada awak media, ia mengatakan bahwa Trump melakukan hal tersebut untuk memulai percakapan tentang keamanan perbatasan dan imigrasi.

"Saya pikir tujuannya adalah untuk mempromosikan perbatasan dan keamanan nasional yang kuat," ujar Sanders seperti dikutip dari CNN, Kamis 30 November 2017.

2 dari 4 halaman2. Jadi Target Penyelidikan, Donald Trump Curhat di TwitterPresiden AS, Donald Trump memegang mainan Astronot setelah menandatangani sebuah kebijakan untuk mengirim astronot Amerika kembali ke bulan dan Mars di Ruang Roosevelt Gedung Putih di Washington (11/12). (AP Photo/Evan Vucci)Mulai dari dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres Amerika Serikat 2016 hingga tuduhan menghalang-halang proses penegakan hukum, layak dikatakan jika Presiden Donald Trump tengah berada di dalam ceruk masalah.

Dan saat ini, dirinya tengah diselidiki oleh tim investigasi independen yang dipimpin oleh Robert Mueller dari Kejaksaan Agung AS atas dugaan skandal di atas.

Di tengah proses penyelidikan atas dugaan sejumlah skandal politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencurahkan opini-nya melalui akun Twitter-nya. Tindakan itu menjadi sebuah tindakan yang lazim dilakukan oleh sang presiden ke-45 AS untuk berkomentar tentang situasi politik terkini melalui media sosial tersebut.

Lewat akun Twitter-nya, Presiden Trump berusaha mempertahankan diri dari sejumlah terpaan kritik dan tuduhan. Demikian seperti yang diwaratakan oleh Associated Press, 19 Juni 2017 lalu.

"Agenda MEMBUAT AMERIKA HEBAT LAGI masih berjalan baik, meski dirundung isu Witch Hunt," tulis realDonaldTrump pada 18 Juni 2017.

Miliarder nyentrik itu mendeskripsikan penyelidikan dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS 2016 yang dipimpin oleh Robert Mueller itu seperti "perburuan penyihir" (witch hunt).

"Banyak lapangan pekerjaan, entusiasme bisnis, regulasi baru, 36 UU baru, Mahkamah Agung yang baru, infrastruktur, jaminan kesehatan, dan pajak, semuanya bekerja!" tambah realDonaldTrump.

Pada kesempatan yang berbeda, penasihat Presiden Trump menyebut bahwa orang nomor satu AS itu marah atas proses investigasi, berteriak marah ke televisi saat tayangan pengumuman penyelidikan berlangsung, dan meyakini bahwa dirinya merupakan target konspirasi.

3 dari 4 halaman3. Dikritik Sering Berkoar di Twitter, Ini Pembelaan Diri Donald TrumpDua pria Palestina menonton pidato Presiden AS, Donald Trump di sebuah kafe di Yerusalem (6/12). Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (AFP Photo/Ahmad Gharabli)Pasca-kritikan sengit yang dilontarkan oleh kubu Demokrat dan Republik dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai angkat suara dan membela diri.

Dikutip dari laman The Telegraph, Minggu 2 Juli 2017, Trump melakukan pembelaan diri atas penggunaan jejaring media sosial miliknya. Ia mengklaim bahwa cuitan yang ia posting bukanlah bagian dari tugasnya sebagai seorang presiden.

Trump mendapatkan kritik dari masyarakat luas setelah ia mencemooh seorang presenter bernama Mika Brzezinski. Melalui cuitannya di Twitter, Trump menuduh Mika mengalami pendarahan parah pasca-operasi plastik. Tak berhenti di situ saja, ia juga mengejek Mika dengan sebutan si bodoh seperti batu.

Menanggapi cercaan dari pengguna Twitter lainnya, Trump malah membalas kritikan tersebut dan memperbaharui perseteruannya dengan CNN.

"Dasar media massa palsu dan penipu. Bekerja keras untuk meyakinkan orang lain agar saya tak boleh menggunakan media sosial. Tapi kalian harus ingat, saya telah memenangkan pemilihan presiden 2016 lewat wawancara, pidato dan media sosial. Saya harus mengalahkan FakeNews, tentunya kami akan tetap menang," tulis realDonaldTrump.

"Yang menggunakan media sosial bukanlah seorang presiden, melainkan diri saya secara pribadi. Ini membuktikan bahwa saya adalah seorang Presiden Modern. Jadikan Amerika Lebih Hebat Lagi," tambahnya.

Tak hanya melakukan pembelaan diri, Trump malah membahas perselisihannya dengan media CNN.

"Saya sempat berfikir untuk mengganti nama FakeNews CNN menjadi FraudNewsCNN," ujar Trump.

Media tersebut kerap menjadi sasaran serangan yang dilontarkan Trump. Aksi presiden AS itu kian menjadi-jadi setelah tiga wartawan CNN mengundurkan diri. Hal tersebut berkaitan dengan pemberitaannya tentang penyelidikan pertemuan antara Trump dan Kepala Dana Investasi Rusia sebelum pemilu.

Sementara itu, manajer kampanye Corey Lewandowski menyebut Trump seperti Ernest Hemingway (seorang novelis AS).

"Dia adalah Ernest Hemingway versi Twitter, ia telah menurunkan banyak lawan-lawannya hanya melalui cuitan Twitter saja," ujar Corey Lewandowski.

Trump memang dikenal sebagai sosok kontroversial, penggunaan Twitter miliknya menyebabkan banyak kekisruhan. Termasuk cuitannya yang menyerang Walikota London, Sadiq Khan pasca-serangan teror di ibukota Inggris tersebut. Tak hanya itu, melalui Twitter juga lah ia menuduh Barack Obama telah menyadap Trump Tower kepunyaannya.

Menurutnya, Twitter adalah cara paling jitu untuk berkomunikasi dengan warganya. Sebab ia melihat arus pemberitaan media kerap membuat pemberitaan yang bias.

http://global.liputan6.com/read/3211532/1-1-2017-selamat-tahun-baru-musuh-musuhku-kata-donald-trump



Original Post

Media