Image of Pergeseran Paradigma dalam Kajian-kajian Sosial dan Hukum

Text

Pergeseran Paradigma dalam Kajian-kajian Sosial dan Hukum



I. Tentang teori, konsep dan paradigma dalam kajian tentang manusia, masayarakat dan hukumnya: tentang konsep, tentang teori, tentang paradigma, konflik paaradigma yang klasik:kebenaran teologik versus kebenaran saintifik, tentang pengertian kebenaran yang subjektif dan objektif. 2. Pergeseran paradigam dalam kajian masyarakat dan hukumnya:dari model ekspresi norma moral yang bergeser ke model kontrol politik yang sentral, lahirnya negara nasional berikut hukumnya yang beruang lingkup nasional dan fungsinya sebagai kontrol sentral, pergeseran paradigma ke arah terbentuknya tradisi hukum barat. 3. Tertib sosial:paradigma pra-rasionalisme. 4. Rasionalisme dan saintisme:empirisme, rasionalisme, saintisme, mengkonstruksi teori dan/atau menguji teori, alam anorganik dan alam organik sebagai objek sains, masyarakat sebagai objek sains. 5. Penjelasan secara rasional-spekulatif tentang terjadinya kehidupan bernegara:tentang hak dan jaminan perlindungan hak warga, konstitusi dan konstitusionalisme, rasionalisme versus saintisme. 6. Paradigma positivisme dalam kajian struktur sosial berikut tertib hukumnya:positivisme(suatu metodologi scientism yang dipakai untuk menjelaskan liku-liku kehidupan manusia dalam masyarakat), metodologi monisme kaum positivis,positivisme dalam alam pemikiran para pengkaji ilmu hukum nasional (jurisprudence);sebuah kajian engan pendekatan struktur, keteraturan dalam kehidupan manusia yang disebut hukum tidak lagi dihakikatkan sebagai bagaian dari God's moral, melainkan diteorikan sebagai hasil akhir suatu proses transaksi yang acak, hukum nasional yang modern apakah dapat dicukupkan berdasarkan doktrin dan logika positivisme yng lugas semata. 7. logika saintisme kaum positivis dalam kajian sosial dan hukum:positivisme suatu gerakan scientism di Perancis untuk mengkaji dan menjelaskan liku-liku kehidupan manusia dalam masyarakat, bagaimana perkembangan pemikiran positivisik dalam ilmu hukum. 8. Saintisme, positivisme dan monisme untuk kajian-kajian sosial dan hukum dan kritik-kritik terhadapnya: pemikiran yang lebih scientific dalam kajian hukum ke arah datangnya kajian law in society. 9. Legisme: paham positivisme dalam kajian hukum dan kritik-kritik terhadapnya: the sociological jurisprudence, the realistic jurisprudence, the critiical jurisprudence


Ketersediaan

998/2014340 SOE pRuang Baca Umum (Rak 1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
340 SOE p
Penerbit Setara : Malang.,
Deskripsi Fisik
x, 154 halaman.:21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-1642-02-3
Klasifikasi
340
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.-1
Subyek
Info Detil Spesifik
Daftar Pustaka hal. 151
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this